|
|
Tidur dan Gairah Seks, 5 Januari 2010
Apakah Anda mengalami sleep sex atau mengganti kebutuhan seks dengan tidur?
Malam-malam Dimas tidak seperti dahulu lagi. Waktu tidurnya makin sempit sejak kehadiran Jeanette, putri mungil mereka.
Boro-boro berhubungan intim, memikirkan saat-saat romantis dengan istri saja sudah tidak sempat. Keinginan terbesar saat berada di ranjang hanyalah tidur, tidur, dan tidur.
Menurut Profesor Monica Andersen, guru besar Universitas Sao Paulo, Brasil, kurang tidur dapat membuat seorang pria kehilangan hasrat untuk berhubungan intim.
Bahkan, kurang tidur juga akan menyebabkan beberapa gangguan seks, termasuk sleep sex atau sexsomnia.
Gangguan ini membuat pria berada dalam kondisi mengganti kebutuhan seks dengan tidur. Bisa bahaya jika suami memilih tidur daripada bermain cinta dengan istri.
Secara normal, gairah seks memang tidak pernah turun. Gangguan fisik dan psikis yang membuat seseorang kurang waktu untuk terlelap umumnya bersifat sementara.
Begitu kelelahan mereda, jadwal tidur kembali teratur, penyebab stres lenyap, gairah seks bisa normal kembali.
Agar para ayah yang kurang tidur dapat menghidupkan kembali gairah seksnya, ikuti saran Dr. David Brandes dari Northridge Hospital Medical Center, Amerika Serikat.
Bandres menganjurkan agar para pria melakukan beberapa kegiatan sebelum tidur. Antara lain, berolah raga, minum kopi dan mengurangi minuman beralkohol. Mandi air panas sebentar saja juga bisa membuat pria cepat pulas.
|